Info

Ke Mana Limbah Bekas Tes Usap Berakhir? Begini Prosesnya

KOMPAS.com – Limbah bekas tes usap termasuk kategori limbah infeksius. Jika pengelolaannya sembarangan, limbah ini berpotensi menimbulkan penyakit.

Belum lama ini, kita melihat fenomena di mana limbah medis seperti jarum suntik, baju hazmat, dan alat tes Covid-19 dibuang tidak di tempat yang seharusnya oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Lalu, ke mana limbah bekas tes usap (swab test) berakhir?

Kompas.com sempat berbincang dengan manajer laboratorium Bumame Farmasi, Indriani Wisnu Susanto, M Biomed di Bumame Farmasi cabang Benoa Square, Bali.

Indri menjelaskan, Bumame Farmasi dibantu pihak ketiga untuk mengelola limbah medis, termasuk limbah hasil tes usap.

Meski begitu, bukan berarti pihak penyedia layanan tes usap memberinya begitu saja. Bumame Farmasi, misalnya, mereka terlebih dahulu mengolah dan memisahkan limbah medis sesuai jenisnya.

Mereka juga memisahkan kantong limbah infeksius dan non-infeksius dengan warna kantong berbeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sebelum dikasih ke pihak ketiga atau pengolahan limbah infeksius, kami harus ada penanganan terlebih dahulu di lab. Tidak mungkin langsung dikirim dan diolah,” ungkap Indri, ketika ditemui belum lama ini.

Pihak Bumame Farmasi terlebih dahulu melakukan sterilisasi menggunakan autoklaf, biasanya dengan suhu 121 derajar Celcius. Sterilisasi dilakukan untuk membunuh bakteri agar pihak ketiga yang mengambil limbah infeksius tersebut tidak terinfeksi.

Proses sterilisasi dengan autoklaf berlangsung sekitar 1,5 jam.

Hadiah terbaik Togel Singapore 2020 – 2021. Prize mingguan lain-lain bisa dipandang secara berkala melewati pemberitahuan yg kami lampirkan di situs itu, serta juga siap dichat pada petugas LiveChat pendukung kita yg stanby 24 jam On the internet buat melayani seluruh kebutuhan antara visitor. Lanjut segera gabung, dan ambil cashback Togel & Kasino On-line terbaik yg ada di web kami.