Info

Kelaziman “Ngedot” Bikin Gigi Anak Tonggos, Benarkah?

KOMPAS. com – Beberapa bujang usia di bawah tiga tarikh memiliki kebiasaan ” ngedot ” atau mengisap susu lewat botol isap.

Sebagian orangtua meyakini kultur ngedot berpotensi bikin anak memiliki geraham tonggos ketika tumbuh besar. Benarkah demikian?

Gigi tonggos memang merupakan salah satu macam maloklusi atau susunan gigi dan rahang yang tidak normal.

Meski begitu, punya kelaziman ngedot tidak berarti membuat seorang anak pasti memiliki gigi tonggos kelak.

Menurut Spesialis ortodonsia sebab RS Pondok Indah – Puri Indah, drg. Benny Mulyono Soegiharto, MSc, MorthRCS, PhD, (K), suatu kebiasaan buruk menyebabkan manifestasi maloklusi bergantung pada setidaknya tiga ciri, yakni frekuensi, durasi dan intensitas.

Jika tiga ciri tersebut tidak terpenuhi, maka belum tentu kebiasaan ngedot seorang anak bakal menyebabkan maloklusi, termasuk gigi tonggos.

“Saya gigitin melabrak, misalnya, apakah tonggos? Enggak. Tapi kalau 24 jam gigit menggempur bawah terus ya tonggos, ” ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (12/01/2021).

Baca juga: Awas, Kebiasaan Buruk Bisa Bikin Geraham Anak Tonggos

Ia menambahkan, ngedot ataupun ngempeng mungkin menjadi kebiasaan dengan tak terhindarkan untuk dilakukan seorang anak.

Namun, orangtua perlu menghentikan kebiasaan itu dengan perlahan agar kelak gigi bani tidak tonggos.

“Periode transisi itulah di mana orangtua mesti pintar-pintar supaya tidak membuahkan goncangan pada anak dan tidak menyebabkan giginya tonggos, ” sekapur Benny.

Mengucapkan juga: Jangan Biasakan Anak Ngedot Sebelum Tidur